+ Depan
+ Layanan
+ Download
+ Berita Sains
  - Matematika
  - Fisika
  - Kimia
  - Biologi
  - Astronomi
+ Komunitas
+ Kontak
+ Download Simulasi Sains
+ Download E-Book
Login dengan email dan password :
  

Daftar | Lupa Password
19 Juli 2005 View | 812 Rate | A Tanggapan Pembaca | N/A

Kulit tiruan Ikan Hiu dapat membuat kapal bergerak lebih cep

Tidak begitu banyak mahkluk hidup yang ditakuti selain Ikan Hiu. Tetapi ikan kompleks ini juga menimbulkan inspirasi bagi sejumlah teknologi. Salah satunya adalah pada Angkatan laut Amerika.

Kulit Ikan Hiu selama ini digunakan oleh berbagai kebudayaan sebagai kertas amplas. Kelasi kapal menggunakannya untuk keamanan saat kapal sedang basah. Pakaian renang Speedo yang menggunakan prinsip renang Ikan Hiu mengurangi hambatan sebesar 4%.

Saat ini tiruan kulit Ikan Hiu sedang dicobakan pada kapal dan kapal selam untuk membuatnya lebih cepat dan lebih murah.

Permasalahannya

Tumbuhnya alga dan organisme lain menambahkan biaya bahan bakar pada militer dan industri perkapalan dengan menambahkan hambatan sebesar 15% dikenal dengan istilah bui-fouling.

Angkatan Laut Amerika mengeluarkan biaya 600 milyar dollar setiap tahunnya untuk keperluan kapal dan kapal selam. Paling sedikit 50 milyar dollar dialokasikan untuk bio-fouling, demikian kata ilmuwan Angkatan Laui Stephen McElvany.

Cat yang dilengkapi dengan biocide mematikan memang memecahkan masalah ini, tetapi cat ini juga beracun bagi biota laut lainnya.

Beberapa jenis ikan, juga Ikan Paus disulitkan oleh organisme laut ini, tetapi tidaklah demikian dengan Ikan Hiu. Para ilmuwan telah mempelajari rahasianya adalah pada kompleksitas desainnya.

Kulit Ikan Hiu terbuat dari materi keras bernama dentin. Pada dasarnya dentin adalah gigi-gigi kecil. Semuanya menghadap ke belakang sehingga apabila kita mengelusnya dari depan ke belakang akan terasa mulus tetapi akan terasa kasar untuk sebaliknya.

Penelitian telah membuktikan bahwa dentin berfungsi sebagai pelindung bagi Ikan Hiu juga untuk mempercepat berenang mereka dengan cara mengurangi hambatan sekaligus juga membuat mereka 'senyap' dalam berenang.

Bangsa Norwegia telah mencoba menggunakan kulit Ikan Hiu sungguhan pada sol sepatu mereka untuk mencegah tergelincir di atas dek kapal. Pada Olimpiade dunia tahun 2000, perenang menggunakan pakaian renang yang didasarkan pada model kulit Ikan Hiu.

Apalagi yang berguna dari Ikan Hiu

Para ilmuwan menemukan bahwa kulit Ikan Hiu selalu bergerak dan berubah sehingga luas penampang yang dapat ditumbuhi organisme terbatas.

Ralph Liedert dari Universitas Sains Terapan di Bremen, Jerman mengembangkan kulit Ikan Hiu tiruan yang terbuat dari silikon elastis yang menggunakan prinsip sama untuk mengurangi kontak permukaan, sehingga menyulitkan ganggang laut untuk berakar.

Walaupun lebih sederhana dari kulit Ikan Hiu yang sesungguhnya, bahan ini mengurangi bio-fouling hingga 67% pada tes yang akan dilaporkan Liedert pada pertemuan tahunan Biologi Eksperimental di Barcelona.

Minat Militer

Pada penelitian terpisah oleh Angkatan Lau Amerika, peneliti dari Universitas Florida mengembangkan bahan yang sama, terbuat dari bahan berbentuk intan yang bergerak kedalam dan keluar untuk mencegah tumbuhnya ganggang.

Bahan ini telah diuji cobakan di laboratorium menggunakan alga dan alga ini susah menempelkan sporanya.

"Secara alami, sporanya akan menempel pada apapun, tetapi kami telah menguranginya sebesar 85%", kata Anthony Brennan, professor Universitas Florida untuk Sains Materi. "Satu-satunya tempat spora menempel adalah pada permukaan yang cacat".

"Jika teknologi ini dapat digunakan pada kapal maka akan meningkatkan efisiensi bahan bakar kapal dan meningkatkan daya manuvernya", kata McElvany.

Ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang topik ini?
 
 
Berikan Rating untuk Berita ini
Baik Sekali Baik Cukup Buruk Buruk Sekali
 
Silahkan login untuk memberikan tanggapan atas berita ini
Powered by IndosatM2
DHTML Menu / JavaScript Menu - by OpenCube
Copyright © 2004 - 2006 P.T Equinox Sains Media. All Rights Reserved.