Home arrow Berita Sains arrow Berita terkini arrow Tulisan Tangan Jendela Jantung Anda?
Tulisan Tangan Jendela Jantung Anda? PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Tuesday, 08 January 2008

Gejala awal penyakit jantung dapat terlihat pada tulisan tangan anda, sebut seorang peneliti, sebuah ide yang mirip dengan pembacaan garis tangan. Penelitian tentang hal ini dilakukan di UK's Poole Hospital dipresentasikan pada Konferensi Komunitas Grafonomi Internasional di Melbourne baru-baru ini.

Peneliti tulisan tangan, Christina Strang melaporkan bahwa dia telah menganalisa lebih dari 100 tulisan tangan orang yang berumur awal 60 an, termasuk 61 pasien berpenyakit jantung. Dia juga menganalisa tulisan tangan 41 orang yang belum pernah didiagnosa menderita penyakit jantung. Strang mengatakan bahwa penelitian sebelumnya lebih memfokuskan efek tulisan tangan dengan kondisi saraf seperti penyakit Parkinson, penyakit Huntington, dan penyakit Alzheimer. Namun Strang ingin melihat bahwa penyakit jantung juga memberikan tanda pada tulisan tangan. Strang menganalisa sampel tulisan yang diperbesar untuk menonjolkan beberapa hal termasuk kerusakan atau patahan-patahan pada tulisan tangan, cacat pada huruf 'o', dan “titik berhenti sementara” dimana pena berhenti sebentar saat pena tengah digoreskan. Strang menemukan bahwa orang yang menderita penyakit jantung secara statistik memiliki “titik berhenti sementara” relatif lebih banyak daripada tulisan tangan orang normal, terutama pada daerah tengah atas huruf 'a', 'e', dan 'o'. Strang mengatakan ia sedang mengajukan penemuannya ini untuk dipublikasikan, dan sedang melakukan percobaan replikasinya. Dia mengatakan banyak penemuan tentang ini sangat tidak ilmiah namun ia mencoba untuk memperbaikinya.

Masalah Kepercayaan

Sebagian peneliti berpikir bahwa paper ini hanya memiliki sedikit harapan dipublikasi sebagai jurnal klinis. “Saya ragu paper ini akan lulus uji kredibillitas”, kata seorang dokter ahli saraf Professor Perminder Sachdev dari Universitas New South Wales, ketika melihat paper Strang. Beliau juga mengatakan bahwa ada beberapa masalah dengan cara pemilihan partisipan dan analisisnya. Sachdev juga sedikit ragu apa mungkin secara mekanisme ada hubungan tulisan tangan dengan ancaman dan penyakit jantung. Dia juga mengkritik Strang karena tidak memberikan interpretasi akhir pada penelitiannya. “Apakah pasien dalam keadaan capek sehingga sering berhenti sebentar ketika menulis” tambah beliau lagi. Dr Karen Stollznow salah seorang Australia yang skepktis mengatakan bahwa Strang kelihatan seperti pendukung “pseudoscience” ilmu “grafologi”. “Grafologi adalah tulisan tangan yang setara dengan pembacaan garis tangan” sebut Stollznow, yang tinggal di Amerika Serikat.

Grafonomi atau Grafologi

Stollznow mengatakan meski ada pendekatan ilmiah pada analisa tulisan tangan yang biasa disebut grafonomi, dua istilah ini sering membingungkan dan digunakan secara keliru. “Produksi tulisan tangan dapat dipengaruhi oleh beberapa kelainan seperti Parkinson, tapi tak dapat dikatakan bahwa gaya tulisan tangan dapat mengindikasikan penyakit, khususnya penyakit jantung,” kata Stollznow. “Sederhananya, belum ada cukup bukti untuk menghubungkan penyakit jantung dan gaya tulisan tangan, atau untuk menyarankan tulisan tangan sebagai alat diagnosa penyakit yang akurat”

Strang kini berencana untuk bekerjasama dengan Dr Andrew McLeod, konsultan jantung senior di RS Poole, untuk menguji jumlah pasien jantung yang jauh lebih banyak. Dia mengatakan meski McLeod awalnya skeptis bahwa kondisi yang tak berkaitan dengan saraf dapat berbekas pada tulisan tangan, McLeod terkesan pada hasil penelitian awal. Strang berharap suatu hari tulisan tangan dapat memprediksi gejala awal penyakit jantung tanpa diperlukan teknik invasif dan mahal.

Menulis ketika mabuk

Sementara itu peneliti Australia telah mempelajari pengaruh alkohol pada tulisan tangan. Dr Jim Phillips dari Monash University dan rekannya mempelajari pengaruh tiga dari lima minuman standar dari vodka dan orange pada tulisan tangan 20 laki-laki di usia sekitar 20 tahun. “Tulisan mereka menjadi lebih besar,” sebut Phillips. Timnya menemukan bahwa keberadaan alkohol dalam darah, merubah 0,05% kecepatan pergerakan pena ketika mulai dan berakhir. “ Fase percepatan seperti lebih lama dan fase perlambatannya lebih pendek,” kata Philips.

“Menemukan fakta bahwa pengaruh minuman pada kemampuan mengemudi itu gampang”, kata Phillips, “namun penelitian pengaruh alkohol pada tulisan tangan sangatlah sedikit”. Dia mengatakan bahwa penemuan ini dapat membantu investigasi forensik, seperti menentukan apakah seseorang dalam keadaan mabuk ketika menandatangani dokumen.



Sumber : Anna Salleh



Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 05 February 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Fisika Asyik on Facebook

Login Form






Lupa Kata-sandi?
Bukan Anggota? Registrasi

Komunitas

Partner Kami

Surya Institute

Yang Sedang Online


Jumlah Pengunjung

Hari ini271
Kemarin374
Minggu645
Bulan6364
Total2401749

(C) Fisika Asyik !